Jumat, 05 Agustus 2011

HANUMANTA MAHIMAM (SRI MADHVA 9)

Beliau melindungi putra matahari, melompati samudera, menemui putri bumi, berperang dengan para raksasa, menaklukkan berbagai divyastra (senjata devata) dan kembali setelah membakar Lanka.


Sugriva adalah amsha dari Surya, jadi dia dikenal sebagai Taranisuta, putra matahari. Hanuman membantunya dengan berbagai cara. Pertama beliau membuatnya bersahabat dengan Sri Rama dan Laksmana, kemudian membantunya mengatasi Vali sehingga dia dapat menjadi raja menggantikan Vali. Berikutnya, ketika Sugriva melupakan janjinya pada Rama, Hanumanta memperingatkannya, “Tidak benar melupakan janjimu kepada Sri Rama. Beliau adalah Tuhan junjungan kita. Bila engkau melupakan janjimu, aku sendiri yang akan memaksamu untuk memenuhinya.” Dengan demikian Sri Hanuman mengingatkan Sugriva dan menyelamatkannya dari amarah Sri Rama yang dapat mengakibatkan kemusnahan bagi dirinya. Sri Rama menyelamatkan Sugriva hanyalah karena Hanuman berpihak kepadanya dan karena Sugriva berpihak pada Hanuman. Beliau tidak memperhatikan siapa Sugriva tetapi siapa Hanuman. Hal ini sudah dijelaskan sebelumnya dengan membandingkan Sugriva dengan Karna.

Ketika Jambavanta dan para vanara lain melihat betapa luasnya samudera, mereka yakin tidak akan bisa melaluinya. Mereka mendekati Hanuman dan memujinya, “tvameka eva traparam samarthah kurushva chaitatparipahi vanaran. Hanyalah engkau yang dapat melakukan tugas ini dan menyelamatkan para vanara.” (MTBN 6.58) Hanuman berhasil menemui Sita dalam hutan bunga Ashoka dan menyampaikan pesan dari Sri Rama sekaligus membawa bukti permata cudamani. Sita disebut Dharanisuta atau putri bumi, karena devi bumi Madhavilah yang menempatkan-Nya dalam alur bajak Janaka Maharaja.

"ashitikotiyuthapam purassarashtkayutam aneka hetisankulam kapindramavrunodbalam samavrutastharyudhaissa taditashcha tair bhrusham chakar tan samastashah talaprahar churnitan" (MBTN 7.21) Di Lanka, Hanuman diserang oleh 800 juta raksasa, dipimpin oleh 80 panglima perang. Tetapi semua serangan mereka hanyalah seperti memukulkan bunga-bunga pada seekor gajah yang mabuk. Hanuman menghancurkan mereka semua dengan pukulan tangan kosongnya. "sa sarvalokasakshi nahsutam sharairvavarshaha shitairvarastra mantritaih na chainama bhaiva chalayat" (MBTN 7.25) Semua senjata sakti dan senjata surgawi yang dihujankan oleh Akshakumara kepadanya tidak mempan. "athendrajinmahasa sharairvarastrasamprayojitaih tatak sha vanarottamam na chashaka dvichalane" (MBTN 7.30) Indrajit bersumpah akan menggunakan senjatanya yang terkuat untuk mencincang Hanuman, tetapi tak satupun terbukti. Ada kesalahpahaman populer bahwa Hanuman berhasil ditangkap dengan menggunakan Brahmastra oleh Indrajit. Tetapi sebenarnya tidak demikian. Hanuman dapat dengan mudah menghindari atau mengalahkan Brahmastra karena beliau adalah Vayu sendiri yang kedudukannya dalam hirarki para deva adalah seperti Brahma. Hanuman hanya tidak ingin meremehkan senjata devata yang suci itu dan beliau juga ingin bertatap muka langsung dengan Ravana, sekaligus memasuki kotanya agar dapat melihat kekuatan musuh yang sebenarnya.

Para pesuruh Ravana berusaha membungkus ekor Hanuman dengan sobekan-sobekan kain namun setiap mencapai ujungnya, ekor itu bertambah panjang. Ini membuat mereka sangat putus asa sehingga akhirnya mereka segera membakar ekor Hanuman. Hanuman justru menggunakannya sebagai obor untuk membakar habis seluruh Lanka, tanpa meninggalkan bekas apapun padanya. Srimadacharya berkata, “krutistu vishwakarmanopi avahyatasya-tejasa. Hasil karya Vishwakarma dibakar habis oleh cahaya yang memancar dari Sri Hanumanta” (MBTN 7.45)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar