Minggu, 28 November 2010

SRI MADHVA (3)


Beliau yang mengambil rupa seekor kura-kura dan mendukung Sesha. Dengan berada di dekatnya para deva yang lebih rendah dapat mencapai Sri Hari, itulah Vayu yang adalah pemimpin utama para guru dalam silsilah garis perguruan kita yang suci.

Selanjutnya adalah penjelasan mengenai Vayu-tattva, kebenaran sejati tentang Vayu. Siapakah sesungguhnya Vayu dan bagaimana kedudukan beliau dalam pelayanannya kepada Tuhan Sri Hari di dunia ini. Menurut sastra, Tuhan menjaga seluruh alam semesta sebagai Vishnu-kurma. Lalu dalam cairan yang mengisi Brahmanda (disebut Garbhodaka – Samudera Rahim Semesta), Vayu juga hadir sebagai Vayu-kurma, memegang ekor dari Vishnu-kurma. Sesha berpegangan pada ekor Vayu dan mendukung dunia dengan kepalanya. sa esha kurmarupena vayurandodake sthitah vishnuna kurma rupena dharitoananta-dharakah (iti prabhanjane) agneyaishanigou bahu padou nirruti vayugou (iti prakrushte bruhadaranyako-panishad bhashya) Keempat anggota tubuh Vayu-kurma berada di keempat penjuru Brahmanda. Dadanya bersandar pada bumi, perutnya mendukung Akasha, dan punggungnya memanggul alam-alam lain.

Uraian ini dapat dijelaskan sebagai berikut. Seluruh sistem dunia kita dan planet-planet yang ada di dalamnya berada tetap dalam peredarannya oleh kekuatan gaya tarik matahari. Sehingga dengan demikian seluruh alam semesta juga bersandar atau bergerak secara teratur oleh suatu kekuatan gaya tarik. Sesha merupakan emenasi dari Sankarshana, Dia yang memiliki segenap kekuatan daya tarik (Akarshana). Daya tarik antara jiva yang rohani dengan Tuhan Sri Krishna dikem-bangkan melalui kekuatan Sankarshana atau Baladeva. Seluruh kekuatan daya tarik berasal dari Sri Sankarshana. Demikian pula daya tarik yang menjaga keteraturan seluruh alam semesta juga merupakan manifestasi dari Sankarshana yang disebut Sesha. Sesha menerapkan kekuatannya atas perwujudan alam semesta duniawi, ciptaan kosmis. Sedangkan sumber segala shakti atau energi adalah Bhagavan Sri Krishna, yang dalam Brahmanda ini melindungi semesta melalui rupa-Nya sebagai Vishnu-kurma. Lalu siapakah yang berada di antara energi duniawi dengan Sri Bhagavan? Itu tiada lain adalah Vayu, kekuatan yang menghubungkan seluruh dunia dengan Bhagavan, jiva yang utama (Jivottama). Di alam semesta ini beliau juga turut menjaga keteraturan dengan rupanya sebagai Vayu-kurma.

Peran penting Vayu kembali ditegaskan dalam kalimat sloka ini, avavana balivididu hariya suraraiduvaro. Sebelumnya kita sudah mengetahui dari Balittha-sukta bahwa Rudra dan para devata yang lain dapat dengan mudah mengetahui kemuliaan Sri Hari dan mencapai pembebasan dari samsara dengan bantuan Vayu. Dengan berada di dekat Vayu, semua deva, bahkan yang memiliki kedudukan lebih rendah sekalipun dapat mencapai Bhagavan Sri Hari.
Sri Su-madhva-vijaya menjelaskan bahwa kapanpun Srimadacharya melaksanakan pembahasan sastra suci, maka para deva berkumpul di angkasa untuk turut mendengarkannya. Ini karena ulasan sastra yang diberikan oleh Srimadacharya sebagai Avatar Vayu, dapat memberikan jalan terbaik untuk menuju kepada Sri Hari.

Demi menyatakan lagi kemuliaan Sri Vayu, maka kita memperoleh gambaran berikut dari Srimad Ramayana dan Mahabharata. Sugriva dan Karna adalah sama-sama merupakan amsha dari Suryadeva, namun mengapa mereka diperlakukan berbeda oleh Tuhan Sri Hari? Dalam MBTN 5.46-47 Srimadacharya menyatakan, “sa marutikrute ravijam raraksha”, Ravija Sugriva dilindungi oleh Sri Rama hanya karena dia berada bersama Sri Hanumanta. "bhimarthameva ravijam nihatya", Ravija yang lain yaitu Karna menerima ajalnya karena berada di pihak yang memusuhi Bhima. Keadaan berlawanan serupa juga dapat kita lihat pada kedua amsha dari Indra, yaitu Vali dan Arjuna. Vali menerima kemusnahannya karena dia tidak menghargai Sri Hanumanta, namun Arjuna memperoleh kemuliaan karena dia sepenuhnya tunduk kepada Bhimasena. Gambaran ini menunjukkan bahwa mendapatkan karunia Vayu adalah merupakan jalan langsung menuju karunia Sri Hari. Berada di dekat Vayu, apabila diartikan sebagai berjalan di dalam kebenaran ajaran yang diajarkan oleh Sri Vayu, atau dengan senantiasa berada dalam garis perguruan Sri Vayu, serta tattva sebagaimana diungkapkan oleh Sri Vayu, maka kita dapat memperoleh kepastian dan kemudahan dalam mencapai Sri Hari.

Garis silsilah kita yang suci menurun dari Tuhan Sendiri melalui Brahma. Sastra mengatakan bahwa hanyalah Sri Hari yang bisa menganugerahkan pembebasan, mukti-pradatam-vishnureva na samsayah, namun Brahma dan Vayu dapat merekomendasikan pembebasan bagi jiva yang pantas. Sastra juga menyatakan bahwa di alam semesta ini hanya Brahma, Vayu, Sarasvati, dan Bharati, dengan kuasa dari Sri Hari dan Laksmi, memiliki pengetahuan yang senantiasa sempurna dan bebas dari cacat atau kekurangan. Sehingga tidaklah mengherankan bahkan para deva yang lainpun berusaha untuk belajar dari mereka.

Sri Vayu, khususnya ketika beliau hadir sebagai Srimad-acharya Madhva, disebut sebagai Kula-guru-raya. Beliau adalah pemimpin utama para guru dalam silsilah keluarga rohani Brahma. Tetapi mengingat segala penjelasan yang telah diberikan sebelumnya, kata kula (keluarga) yang digunakan oleh Srimad Sripadaraja tidaklah diartikan secara sempit sebagai lingkungan Madhva-sampradaya saja. Kula menunjukkan persaudaraan semesta, semua jiva yang memiliki kepantasan mencapai moksa, sebagai satu keluarga, berarti termasuk para deva, makhluk-makhluk surgawi, para orang suci, dan sebagainya. Sri Vayu adalah guru utama bagi semua satvika-jiva. Itulah sebabnya mengapa dalam Vayustuti beliau disebut sebagai Trailokacharya, Guru Kerohanian Ketiga Dunia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar